Sabtu, 10 April 2010
Curah Hujan Tinggi, BNPB Ingatkan Waspadai Banjir Kiriman di Langkat
Tepas Indonesia
Stabat
Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BNPBD) Provinsi Sumatera Utara Salamuddin Daulay, SH mengingatkan perlunya kewaspadaan dini bencana banjir di Kabupaten Langkat.
Sebab, ancaman banjir dapat saja terjadi bersumber dari debit air yang mengalir dari wilayah daerah sendiri maupun dari daerah lain. Untuk itu, banjir kiriman harus diwaspadai dan penanggulangannya dilakukan secara terpadu serta lintas sektoral.
Pernyataan itu disampaikan Salamuddin Daulay pada Sosialisasi Pelaksanaan Kegiatan Proyek Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana di Gedung PKK Stabat, Rabu (24/2).
"Komunikasi dan koordinasi dalam penanggulangan bencana antara pemerintah dan masyarakat harus dibangun dengan baik,"ujar Salamuddin.
Dikatakannya, kegiatan sosialisasi pelaksanaan proyek rekonstruksi pasca bencana ini merupakan upaya untuk meningkatkan kepedulian masyarakat agar ikut serta mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat pasca bencana.
Bupati Langkat Ngogesa Sitepu dalam amanat tertulis dibacakan Asisten Adm Pemerintahan Drs Astaman mengatakan, dengan melihat volume kasus bencana alam yang terjadi beberapa tahun terakhir ini, Pemerintah Kabupaten Langkat mengambil kebijakan dengan membentuk Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Langkat yang terdiri dari berbagai instansi terkait.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat menghibahkan dana sebesar Rp 7,4 miliar untuk pelaksanaan proyek rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di 8 kecamatan Kabupaten Langkat yaitu, Kecamatan Salapian, Kutambaru, Sei Bingei, Besitang, Sirapit, Stabat, Sawit Seberang dan Kecamatan Batang Seberang.
Dikatakan Ngogesa, acara sosialisasi proyek rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana ini dilaksanakan guna memberi pemahaman sekaligus pembelajaran kepada masyarakat sebagai pihak pelaku pembangunan.
"Kita dapat mengerti dan maklum kalau masyarakat masih ada yang belum memahami, persoalan bencana, tidak sesederhana yang diduga, sebab permasalahan bencana sangat kompleks," katanya.
Dalam kesempatan itu, diserahkan buku penanggulangan bencana kepada perwakilan peserta. Sosialisasi itu diikuti perwakilan masyarakat di delapan kecamatan penerima hibah program pasca bencana sebanyak 140 orang.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Arsip Blog
Profil Lembaga
- tepas foundation
- langkat, sumatera utara, Indonesia
- bergerak, berbuat, berjuang, melesatrikan, bertanggung jawab, salam lestari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
kritik dan saran